Skip to main content

Sampai kapan kita bisa menikmati Google secara gratis???

Dewasa ini, media Internet sudah menjadi media yang menjamur dalam masyarakat Indonesia. Berbagai media search engine yang notabene menggunakan open source sebagai 'media penggeraknya' pun marak bermunculan. Google sebagai salah satu search engine ini menjadi salah satu media search engine yang paling gemar digunakan oleh para pengguna dunia maya. Tapi,sampai kapankah kita bisa menikmatinya secara gratis???

Google yang dulu dibuat atas dasar kekecewaan Larry dan Brin atas mesin pencari yang ada saat itu, macam Yahoo, Altavista dan sebagainya, kini menjelma menjadi musuh utama Microsoft yang sudah lama memonopoli media elektronik maya ini.

Dalam Google, hasil pencarian diatur agar menampilkan hasil yang terbaik. Ada beberapa cara yang dipakai. Yang paling utama adalah PageRank, suatu halaman dinilai rangkingnya berdasarkan berapa banyak link yang mengarah ke halaman itu, anchor text dari link,dan ukuran huruf. Selain itu, hasil pencarian dikelompokkan berdasarkan server sehingga hasil yang berasal dari situs yang sama akan ditampilkan berdekatan.

Berbeda dengan search engine sebelumnya yang menganalisa content text web, Google menggunakan hiperlink secara besar-besaran untuk mengindeks dan mendapatkan informasi dari Internet.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan 'produk' Google ini pun didukung oleh penyediaan jasa penggunaan Google sebagai search engine itu secara gratis. Lalu dari mana google memperoleh pendapatan? Ternyata, 99% pendapatan Google berasal dari iklan. Dalam kurun satu tahun sejak Google beriklan, kapitalnya langsung melonjak menyamai kapital dari Time Warner.

Akankah struktur pendapatan ini akan tetap tanpa perubahan di masa yang akan datang? Saya rasa tidak. Penggunaan Google yang kini kita dapat kita rasakan secara gratis tidak akan bertahan lama. Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang gratis. Hal ini pun terkait dengan konteks penggunaan Google sebagai search engine.

Fungsi Google mampu kita nikmati secara gratis secara tidak langasung membentuk pola perilaku kita. Ketika kita akan mencari sebuah data mengenai sesuatu pasti kita akan meng-click google sebagai search engine favorit kita. Pola perilaku kita ini kemudian menjadi sebuah kebiasaan yang kita anggap lumrah.

Kebiasaan yang membentuk perilaku kita ketika menghadapi layar komputer ini kemudian menimbulkan adiksi (baca: ketergantungan) kita pada penggunaan Google sebagai search engine. Bukan tidak mungkin Google akan memanfaatkan kondisi ini, atau bahkan inilah strategi pemasaran yang mereka gunakan? Membentuk pola perilaku untuk kemudian menawarkan produk open source yang terkapitalisasi?

Waktu kapitalisasi google semakin dekat. Google mungkin tidak akan bisa kita nikmati secara gratis lagi. Bahkan ketika masa itu sudah datang, bukan tidak mungkin kita akan membayar dengan sukarela atas jasa Google yang kita nikmati karena ketergantungan kita terhadap open source tersebut.

Sumber : copy mentah beritanet.com

Popular posts from this blog

Jangan pernah takut dibenci orang lain

Perkataan,perbuatan,penampilan,tingkah laku kita,dll entah itu secara sadar ato tidak sadar bisa membuat orang lain benci,marah,tidak suka atau apalah itu yg sejenis, haiah..kaya homo ae..upss... Cara ngungkapinnya juga bisa secara langsung, "Aku benci kamu.." atau mungkin cukup dalam hati aja,kaya judul lagu???

Keadaan tersebut sadar atau tidak kita sadari sering kali terjadi disekitar kita,baik itu ma temen sendiri atau mungkin ma orang lain yg gak kita kenal sekalipun. Jika hal tersebut terjadi pada diri sobat?? Gimana dan bagaimana perasaan sobat?? Stay cool kah?? marah2 kah?? Balik benci ma orang itu kah?? atau kah..kah..yg lain?? halah..opooo..kuii..

Jangan pernah takut dibenci orang lain

Setiap orang punya karakter sendiri2 yang mencerminkan dirinya,baik itu dari segi penampilan,sikap,tingkah laku dll. Kasarannya, INILAH AKU.. Urusan orang suka atau gak suka ma apa yg ada dalam diri kita,emang aku pikirin,haiah..

Cara orang menilai orang lain beda2. Kalopun ada orang yang…

Axorys : Responsive Blogger Template - 8 Pilihan Style

Beberapa hari lalu, rilis Axorys Blogger template tapi itu adalah Versi Gratis. Dan sekarang, saya merilis Versi Premium. Secara umum, fiturnya sama dengan yang versi gratis tapi saya tambahkan beberapa fitur baru.

Fitur Axorys Blogger Template Versi Premium8 predefined styles : Axorys Blogger templtae premium versi tersedia dalam 8 varian styles. Anda bisa pilih yang sesuai.

List of styles :
Big Header
Big Header Small ThumbnailBig Header Big ThumbnailBig Header Masonry StyleBig Header Default Style (support jump-link)Shrink Header
Shrink Header Small ThumbnailShrink Header Big ThumbnailShrink Header Masonry StyleShrink Header Default Style (support jump-link)Fully responsive Blogger template : Semua styles Axorys Blogger template sudah responsive.
Template Designer : hampir semua variable mendukung Template Designer. Anda bisa mengganti gambar latar, warna latar, warna link, tipe font, ukuran font, warna font, dll dengan mudah.
Featured posts : Penambahan featured posts untuk postingan yan…

Ini Konser Iwan Fals dan Slank !!

Sebuah konser musik tidak afdol apabila tidak ada penontonnya. Segala macam cara kadang dilakukan hanya untuk melihat artisnya beraksi dipanggung. Entah itu dengan manjat, nunggu jebolan, ato jika di pinggiran tempat konser ada pohon tinggi, rela naek itu pohon walopun anginnya gak lagi sepoi-sepoi.

Ada yang menarik jika saya mengamati konser2 musik, terutama konser musik diluar (outdoor) entah itu dari berita di tipi, atau lihat langsung. Bukan pada artisnya yang lagi manggung. Bukan pada tampilan panggungnya. Bukan pada tata panggungnya. Bukan pula pada tata suaranya tetapi pada penonton yang melihat konser tersebut.

Hampir sebagian besar konser musik outdoor, bendera OI (Orang Indonesia - Iwan Fals) dan Slank berkibar mewarnai konser padahal konser yang berlangsung bukan konser Iwan Fals ataupun konser Slank !! Gak peduli itu konser dangdut, konsernya Padi, Dewa, atau band lain atau konser kompilasi band2. Bendera OI dan Slank selalu berkibar ditengah2 para penonton.

Sebuah pertanyaa…