Kebutuhan Hidup atau Kebutuhan Seks ??

Sebelumnya saya minta maaf atas postingan ini untuk para wanita. Bukan karena tidak menghargai dan menghormati. Bukan untuk merendahkan. Bukan pula untuk menginjak2 harga diri wanita. Ini hanyalah sebuah wacana dari apa yang terjadi disekitar kita.


...
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu Tuhan penyayang umatnya
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa
...

...
Habis berbatang-batang tuan belum datang
Dalam hati resah menjerit bimbang
Apakah esok hari anak-anakku dapat makan
Oh Tuhan beri setetes rezeki
...

Kedua lirik tersebut adalah cuplikan lirik dari lagu Kupu-Kupu Malam - Titik Puspa dan Doa Pengobral Dosa - Iwan Fals.

Kedua lagu tersebut tercipta untuk mereka, para wanita yang pekerjaannya sebagai penjaja seks. Melihat lirik dari kedua lagu tersebut dan lagu tersebut adalah lagu lama, bisa jadi mereka (baca : wanita penjaja seks) pada jaman itu "bener2 murni dan "terpaksa" melakukan pekerjaan itu demi mencukupi kebutuhan hidupnya (dan keluarganya) seperti pada bagian lirik yang saya tebalin.

Masihkan untuk jaman sekarang mereka terpaksa melakukan perkejaan itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (dan keluarganya) ??

Banyak alasan yang membuat mereka menjadi seperti itu apalagi dijaman sekarang dengan segala kompleksitas hidup dan tuntutan hidup. Tidak hanya sebatas sebagai memenuhi hidup saja tetapi bisa lebih dari itu.

Bergaya hidup mewah : Cara yang cepat untuk menghasilkan uang banyak untuk memenuhi gaya hidup yang pengen tampil mewah dan luxury
Tantangan : Sebuah pengalaman dan tantangan bercinta atau ngeseks dengan beda-beda orang.
Nafsu yang tinggi : Nafsu seks yang tinggi bisa juga dijadikan alesan karena si pasangan (pacara atau suami) tidak bisa memenuhinya atau kurang terpenuhi.
Hobi : hobi ngeseks juga bisa dijadikan alesan. dll

Apakah semua itu mempunyai harga?? Saya kira gak. Kadang dikarenakan alesan tertentu, seperti nafsu yang tinggi dan hobi, bisa dilakukan tanpa perlu dibayar. Yang penting kebutuhan seks terpenuhi.

Kelas merekapun berbeda2. Ada yang kelas pinggiran jalan, kelas mall sampai kelas hotel berbintang. Ada yang tarifnya mulai dari sebatas puluhan ribu sampai ke tarif yang mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Belum termasuk bonus.

Usia dan tingkat pendidikanpun tidak ada aturan (ya iyalah..) Ada yang masih belasan tahun sampai yang sudah punya cucu. Masih sekolah SMP ataupun sudah tingkat kuliah (ayam kampus..??).

Sebuah cerita lewat lagu tentang mereka yang menjual tubuhnya demi uang dan gaya hidup dari sobat 8ball - Sensual Imitasi bisa sobat download disini.

...
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu Tuhan penyayang umatnya
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa
...

...
Habis berbatang-batang tuan belum datang
Dalam hati resah menjerit bimbang
Apakah esok hari anak-anakku dapat makan
Oh Tuhan beri setetes rezeki
...

Melihat dari liriknya, sepertinya kedua lagu itu sudah "usang" untuk mewakili mereka, para penjaja seks.


Note :
Pesan aja. Jaga kesehatan dan kalo bisa gunakan helm, hehehehehe...

19 Comments

  1. Yang pasti, "mereka" semakin menjamur karena ada yang butuh. Ada penjual karena ada pembeli kan...???

    Harus nabung tuk beli helm neh..:D

  2. Tak bales dengan pertamax juga...wkwkwkkk....

  3. Helm yang di postingan PRof bisa dipake gak??

    wkekekekekkeeke...

  4. kalo menurut saya, jaman sekarang bukan lagi karena masalah ekonomi semata tetapi disebabkan oleh adanya kebutuhan akan barang mewah.

  5. ada yang karena memang doyan sex, tapi ada banyak yang karena alasan ekonomi. yang punya alasan ekonomi masih dibagi dua lagi: karena memang tidak punya duit sama sekali, dan karena (seperti anda bilang) ingin cepat dapat duit banyak.

  6. bagus sahabat untuk mecambuk para wanita supaya lebih baik lagi dengan bekerja yang halal

  7. Alasan seseorang terjerumus dalam pekerjaan itu memang bermacam-2...
    Ada yg benar-2 karena ekonomi, ada yg ingin mencari uang dg 'mudah' tapi ada juga yg nekad masuk kesana setelah ternoda (kepalang basah).
    Tapi kita tak dapat menghakimi mereka, karena hanya Allah yg tahu segalanya.

  8. He.. no comments

  9. mungkin lagu yang pas sekarang itu yah lagu "racun ... racun ... dunia... " hehehe =))

  10. Dalam hati yang bimbang berdo'a
    Beri terang jalan anak hamba
    Kabulkan...lah Tuhan 2x.
    @begitulah lanjutannya dari lagunya bang Iwan Fals@
    Saya sejuju banget,kalau dulu wanita bisa berprofesi sebagai penjaja sex,bukan semata-mata karena di sengaja ataupun karena hobi,melainkan karena terpaksa demi mencukupi kebutuhaan si buah hati.

  11. wah info yang menarik nih, thanks banget nih atas info yang di berikan

  12. mungkin juga karena mereka pernah disakiti atau dikecewakan oleh cowoknya...

  13. Di sudut dekat gerbong,yang tak terpakai
    Perempuan bermak-up tebal,
    Dengan rokok di tangan
    Menunggu tamunya,datang
    Mungkin begitu ya sobat awal liriknya
    Terus terang,saya setuju dengan sampean,bahwa wanita penjaja sex,belum tentu karena hobi melainkan karena kebutuhan,sudah usaha sana sini tapi ga ada hasil.jadi apa boleh bwt.Salam kenal.

  14. All : Banyak alesan untuk itu.. Terimakasih semuanya

  15. Namanya Simbiosis Mutualisme donk...

  16. kasihan mereka yang terjun didunia malam mungkin itu semua karena kebutuhan hidup yang semakin besar dan banyak.

  17. Sebelum terlambat, ayo sama2 kita taubat... (Wali Band)

  18. Jaman sekarang kebanyakan untuk mengejar kemewahan

  19. Kemane aje bro?

Post a Comment

- Blog ini DoFollow tapi dimoderasi.

- Silahkan gunakan Name Author sebagai Keyword karena Link Live tidak diperkenankan.

- Link taruhan & lendir tidak diperkenankan.