Jaman Sekolah Dulu vs TimNas Senior

Melihat TimNas Senior sekarang, jadi teringat ketika jaman masih sekolah dulu. Cukup sederhana tapi ada benarnya dan saia merasakan itu. Semua itu gak lepas dari gimana cara mengajar guru, memberikan pemahaman akan pelajaran kepada anak muridnya.

Ketika kita suka dan senang dengan cara mengajar guru, suka dengan cara memberi pemahaman pelajaran, kita akan lebih semangat dalam belajar. Dan untuk pelajaran yang susahpun apabila cara guru menerangkan dan memberi pemahamanan secara tepat, pelajaran itu gak kan terasa sulit dan susah.

timnas indonesia
Kekalahan 4-0 dari Qatar tadi malam membuat peluang TimNas untuk melangkah ke babak berikutnya kualifikasi Piala Dunia Brasil 2014 tertutup. Mungkin hal ini sudah diprediksi sebelumnya tapi yang jadi masalah selama saia mengikuti perkembangan dari pertandingan pertama, semangat dan jiwa petarung pemain TimNas tidak ada !! Ada apa ini?? Siapakah yang patut disalahkan?? Pemain?? Dalam hal ini adalah pelatih. Kenapa??

Seperti yang sudah saya tulis diatas, sebuah analogi ketika jaman sekolah dulu. Disini, pelatih tidak bisa menjadi seorang guru yang baik untuk anak muridnya. Tidak bisa menjadi motivator ulung yang bisa mengobarkan semangat dan jiwa petarung anak didiknya.

Jika sobat adalah penikmat sepakbola, sudah tidak heran bagaimana pemain luar memuji pelatihnya sebagai pelatih yang mampu mengembangkan karir sepakbla pemain itu lebih bagus. Menjadi teman secara personal, memberi masukan supaya lebih baik, dll. Itu semua karena hal sepele yaitu gimana pemain itu suka dengan cara pelatih melatih dan memperlakukan pemain2nya. Hal itu (sepertinya) yang belum bisa dan belum ada dalam diri pelatih TimNas

Saia jadi teringat pertandingan persahabatan melawan Arab Saudi sebelum melawan Qatar dulu. Saya pikir, ketika petandingan persahabatan itu untuk mematengkan strategi, mencari komposisi pemain starting eleven tapiapa yang terjadi ketika melawan Qatar?? Hampir semua line up berubah. Kalo seperti itu, apa gunanya pertandingan persabatan itu??

So, untuk pelatih Wim Rijsbergen, lebih baek Anda mengundurkan diri. Ada telah gagal. Bukan karena kekalahan demi kekalahan yang didapat tapi lebih ke faktor cara Anda melatih yang tidak bisa membangkitkan semangat dan jiwa petarung pemain. Tidak bisa momotivasi pemain untuk bisa tampil lebih baek. Tidak punya strategi dan solusi yang tepat. Disamping itu juga, progress Anda cenderung turun.

Untuk PSSI terutama bapak Ketua, tidak bisakah Anda melihat progress yang menurun selama TimNas dibawah kepelatihan Wim Rijsbergen?? Apakah Anda akan terus mempertahankan dengan alesan proyek jangka panjang??


Pic : http://nunanunukesanakemari.blogspot.com/2010/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

30 Comments

  1. Sampai kapanpun indonesia slalu di hati :)

  2. http://i762.photobucket.com/albums/xx268/Jatzjoerig/loev.jpg

    Terimakasih infonya gan!

  3. pembahasan yg mnarik nih gan...

  4. baru tau klw memang bnar ......

  5. postingan yang sangat bagus mas,,, di tunggu kunjungan baliknya,,, thanks

  6. baru tau nih ceritanya :D

  7. tak apa lah kita gagal toh udah terjadi, sekarang kita fokus ke masa depan.

    AYO, INDONESIA BISA..!!!

  8. Ikut menyimak artikelnya Gun :-)
    Silahkan mampir2 juga ke Web saya: Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar.

    Salam,

  9. hemmm ini menjadi bukti bahwa mungkin para pemain kita masih harus banyak belajar...............

  10. indonesia harus lebih baik lagi...

  11. indonesia alaways in my heart

  12. pemain kita harus banyak belajar lagi , biar bisa makin sukses

  13. timnas oh timnas, riwayatmu duluuuuuuuu #nada-lagu-bengawan-solo

  14. mantap,...!!!! timnas,.

  15. saya tetap bangga dengan indonesia...

  16. ajibb...
    maju terus timnas Indonesia...

  17. intinya semua dari pengajarnya,,kalo sekolah bererti dari gurunya akan tercipta murid yg berkualitas,,kalo timnas ya dari pelatihnya,,hehe
    saya setuju dengan postingannya,,
    terima kasih atas share nya

  18. Yaya, tapi sebagus apapun gurunya kalau gak ada keinginan dari murid nya. Ya beginilah ...

  19. tragical..hehe

  20. belum saatnya aja..

  21. jadi ke ingat masa SD nich...

  22. oke,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,timnas met berlath dan berjuang, yakin lah bahw kemengan akn di raih,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,dan negara kita akan mersa bangga terhdp pr pemain,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,termasuk pelatihnya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,ok,,mas!

  23. ya,,waktunya untuk berbenah diri,,kegagalan yang talah lalu jadikan pelajaran untuk meraih sukses di masa datang

  24. wow your site is very active community, success

  25. tadi malem timnas u23 selection bisa ngegolin 2 gol ..ke gawang intermilan bro... mantapp banget..lumayan buat pembelajaran buat ningkatinkualitas timnas kita ^_^

  26. thanks gan informasinya

  27. ckck mau dibawa kemana timnas ini ya..

  28. yap bener bgt tuh!

  29. intinya semua dari pengajarnya,,kalo sekolah bererti dari gurunya akan tercipta murid yg berkualitas,,kalo timnas ya dari pelatihnya,,hehe
    saya setuju dengan postingannya,,
    terima kasih atas share nya

Post a Comment

- Blog ini DoFollow tapi dimoderasi.

- Silahkan gunakan Name Author sebagai Keyword karena Link Live tidak diperkenankan.

- Link taruhan & lendir tidak diperkenankan.